Get Gifs at CodemySpace.com

PointBlank Cheat Kembali seperti saya yang sangat ganteng Felikseryanto:D ...

Shop now !

Assalamualaikum Wr, Wb Hy guys kali ini saya akan sedikit membahas mengenai compile error. kalian tau sendiri kan saat asik asiknya membuat seb...

Shop now !

Assalamualaikum Wr. Wb Sedikit saya mau membahas tetang fungsi khususnya dalam bahasa pemogramman java. ada yang sudah tahu fungsi? Fungsi ad...

Shop now !

Assalamualaikum Wr wb Tak ada habisnya kita untuk belajar, mau anak anak, remaja, dewasa, dan orang tua. kita bukan makhluk sempurna yang memiliki ...

Shop now !

Assalamualaikum Wr. Wb Untuk kasus kali ini kita akan membahas tentang algoritma sorting. Dalam Ilmu Komputer, Algoritma Sorting merupakan algoritm...

Shop now !

Assalamualaikum Wr Wb kembali lagi kita ke laptop.. kali ini kita akan membahas tentang control decision and looping. Flow Control diartikan s...

Shop now !

Assalamualaikum Wr, Wb Seminggu tiap malam harus posting blogger, tau ngga sih ngantuknya kaya apa..? ok ngga usah banyak basa basih lagi, langsung...

Shop now !

Assalamualaikum Wr Wb Akhir akhir ini sulit untuk tidur cepat, karan tugas yang datang silir berganti seakan tak kenal henti, maka kali ini saya ma...

Shop now !

Kayu & Bambu, Rahasia Gedung-Gedung Megah Hong Kong


Visualisasi modern dari bangunan-bangunan tinggi di Hong Kong ternyata tidak serta merta membuang warisan tradisional. Ini terbukti dari pemanfaatan kayu sebagai unsur konstruksi. Selama berabad-abad masyarakat Hong Kong tidak pernah meninggalkan kayu, baik untuk bangunan kuno maupun modern.
Perpaduan gaya barat dan China yang khas menghasilkan sebuah karakteristik unik. Misalnya bangunan '1881 Heritage'. Bangunan ini dahulunya adalah markas Polisi Air dengan arsitektur barat yang kental. Kemudian, pemerintah setempat merevitalisasi dan kini menjadi sebuah pasar modern dan kumpulan restoran mewah.

Menurut seorang arsitek ternama Hong Kong, Anna Kwong, tak hanya kayu yang digunakan sebagai material bangunan, bambu pun menjadi unsur alami yang dicampur dengan beton bangunan.
"Gedung-gedung tinggi di Hong Kong dibangun dengan kombinasi kayu dan material lainnya termasuk bambu-bambu jenis khusus. Teknik ini sudah sangat umum digunakan di Hong Kong. Cara ini membuat kota ini banyak mendapat pujian dari banyak negara," kata Anna seperti dikutip Okezone dalam buku Hong Kong Tourism Board, Senin (29/7/2013).

Dia mengungkapkan, pekerja seni-arsitek Hong Kong pernah dibawa ke festival Venice Architecture Biennale dengan karyanya yang berjudul "Tangga Bambu". "Karyanya itu dibangun dengan teknik instalasi bambu yang tidak biasa," ujarnya.
Bagi Anna, bangunan-bangunan dari era kolonial Inggris, yang dibangun dalam gaya Eropa dengan tambahan aksen desain ketimuran juga merupakan satu-satunya pemata arsitektural.
Kombinasi unsur modern dan tradisional ini menghasilkan bangunan yang lebih berkelanjutan (sustainable). Di samping terus menjaga warisan arsitektur di tengah gempuran modernisasi dan citra Hong Kong sebagai kota "termahal"




Visualisasi modern dari bangunan-bangunan tinggi di Hong Kong ternyata tidak serta merta membuang warisan tradisional. Ini terbukti dari pemanfaatan kayu sebagai unsur konstruksi. Selama berabad-abad masyarakat Hong Kong tidak pernah meninggalkan kayu, baik untuk bangunan kuno maupun modern.
Perpaduan gaya barat dan China yang khas menghasilkan sebuah karakteristik unik. Misalnya bangunan '1881 Heritage'. Bangunan ini dahulunya adalah markas Polisi Air dengan arsitektur barat yang kental. Kemudian, pemerintah setempat merevitalisasi dan kini menjadi sebuah pasar modern dan kumpulan restoran mewah.

Menurut seorang arsitek ternama Hong Kong, Anna Kwong, tak hanya kayu yang digunakan sebagai material bangunan, bambu pun menjadi unsur alami yang dicampur dengan beton bangunan.
"Gedung-gedung tinggi di Hong Kong dibangun dengan kombinasi kayu dan material lainnya termasuk bambu-bambu jenis khusus. Teknik ini sudah sangat umum digunakan di Hong Kong. Cara ini membuat kota ini banyak mendapat pujian dari banyak negara," kata Anna seperti dikutip Okezone dalam buku Hong Kong Tourism Board, Senin (29/7/2013).

Dia mengungkapkan, pekerja seni-arsitek Hong Kong pernah dibawa ke festival Venice Architecture Biennale dengan karyanya yang berjudul "Tangga Bambu". "Karyanya itu dibangun dengan teknik instalasi bambu yang tidak biasa," ujarnya.
Bagi Anna, bangunan-bangunan dari era kolonial Inggris, yang dibangun dalam gaya Eropa dengan tambahan aksen desain ketimuran juga merupakan satu-satunya pemata arsitektural.
Kombinasi unsur modern dan tradisional ini menghasilkan bangunan yang lebih berkelanjutan (sustainable). Di samping terus menjaga warisan arsitektur di tengah gempuran modernisasi dan citra Hong Kong sebagai kota "termahal"



Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. my place - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger